Bukan MU yang Lebih Baik, Hanya Chelsea yang Kesulitan

 76 total views,  1 views today

Pemain Chelsea tertunduk melihat skuad Manchester United merayakan gol kemenangan

 

 Chelsea menjadi korban terbaru kejutan Manchester United ketika menghadapi tim-tim the big six. Selasa (18/2/2020) dini hari WIB, The Blues takluk 0-2 dari Setan Merah pada duel pekan ke-26 Premier League 2019/20 di Stamford Bridge.

Kekalahan ini jelas buruk bagi Chelsea, yang mengubah wajah persaingan empat besar. Saat ini pasukan Frank Lampard itu memang masih menduduki peringkat ke-4, tapi hanya unggul 1 poin dari Tottenham dan 3 poin dari MU.

Kondisi kedua tim ini tidak jauh berbeda, tapi MU terbilang lebih inkonsisten. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer itu lebih sering menelan kekalahan atau hasil imbang ketika menghadapi tim-tim yang relatif lebih lemah.

Uniknya, MU punya rekor bagus ketika menghadapi tim-tim papan atas. Apa kata Lampard tentang ini?

 

 

1 dari 2

MU Lebih Baik?

Tampil impresif saat melawan tim-tim kuat dan tampil buruk ketika menghadapi tim-tim yang lebih lemah merupakan salah satu catatan buruk Setan Merah. Solskjaer sudah memahami masalah ini, meski tidak memahami jawabannya.

Tercatat, musim ini MU merupakan satu-satunya tim yang bisa menahan Liverpool. Mereka pun bisa mengalahkan Man City di Etihad Stadium dan menaklukkan Tottenham Hotspur.

Lampard memahami rekor positif MU dan Solskjaer itu, tapi dia tidak tahu apa penyebabnya.

“Saya tidak tahu tetapi kami sudah melawan banyak tim di Stamford Bridge yang menerapkan taktik lima bek, bertahan dengan dalam, dan kami jelas kesulitan,” buka Lampard di Football London.

 

2 dari 2

Kesulitan Chelsea

Anomali MU tersebut diduga terjadi karena mereka lebih cocok memainkan serangan balik, bertahan dan menunggu kesempatan mencuri bola. Ketika melawan tim-tim yang relatif lebih lemah, MU dibiarkan mendominasi dan justru kesulitan.

Hal yang sama berlaku untuk Chelsea. Lampard menilai timnya kesulitan membongkar pertahanan berlapis MU pada pertandingan tersebut, yang berarti dia menuding MU bermain defensif.

“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi ketika banyak tim bermain bertahan dengan menumpuk pemain di kotak penalti, Anda harus benar-benar efektif,” lanjut Lampard.

“Anda harus benar-benar tajam dalam melepas tembakan tepat sasaran, kami kesulitan melakukan itu secara umum,” tutupnya.